Ditulis Oleh : Rika Sa’diyah
Pagi itu, Rani berdiri di depan cermin sambil memakai seragam sekolah barunya. Hari ini adalah hari pertama Rani masuk sekolah, Rani merasa senang, tetapi juga sedikit takut.
“Bunda, Rani takut tidak punya teman,” kata Rani pelan.
Bunda tersenyum dan memeluknya. “Jangan khawatir, sayang. Semuanya akan baik-baik saja. Rani hanya perlu tersenyum dan berani menyapa teman-teman”
“Kalau Rani ingin pulang karena takut bagaimana Bunda?” tanya Rani.
“Bunda percaya Rani anak pemberani. Ingat, Bunda selalu mendukung Rani,” jawab Bunda
Sesampainya di sekolah, Rani melihat banyak anak yang belum dikenalnya, Ia menarik napas panjang. Seorang anak perempuan berdiri di dekatnya.
“Hai, namaku Sinta. Namamu siapa?” tanyanya ramah.
Rani tersenyum. “Namaku Rani. Boleh kita berteman?”
“Tentu saja!” jawab Sinta gembira.
Rani merasa lega. Tak lama kemudian, Bu Guru mengajak mereka bermain bersama.
“Rani, apakah kamu masih takut?” tanya Bu Guru.
Rani menggeleng. “Tidak, Bu Guru, ternyata sekolah menyenangkan!”
Bu Guru tersenyum. “Apa yang Rani pelajari hari ini?”
“Kalau takut, aku harus berani mencoba dan tidak langsung menyerah,” jawab Rani.
Saat pulang, Rani berlari memeluk Bunda.
“Bunda, hari pertama sekolah ternyata menyenangkan! Rani mendapat teman baru!”
Bunda tersenyum bangga. “Nah, kaan. Jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja.” ***

