Ditulis Oleh : Dhiarti Tejaningrum
“Asalamualaikum,” ucap Hafsah di depan pintu kelas.
“Waalaikumsalam, masuk Hafsah. Kenapa terlambat?” tanya Bu Ira.
Pagi ini Hafsah mengulang lagi kesalahannya terlambat masuk sekolah karena bangun kesiangan. Hafsah tidur larut malam, diam-diam Hafsah bermain playdough sampai terlewat jam waktunya tidur.
“Maaf Bu, hari ini Hafsah bangun kesiangan,” jawab Hafsah murung.
“Kenapa Hafsah? Kemarin sudah terlambat juga di jam pelajaran Ibu,” ucap Bu Ira lirih.
Hafsah menunduk lesu, “Maaf, Bu. Insyaallah besok tidak terlambat lagi, Bu.”
Sepulang sekolah Hafsah berjanji pada diri sendiri untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Hafsah mencoba untuk mengatur waktu agar tidak tergoda untuk bermain sebelum tidur.
Sesampai di rumah Hafsah mengeluhkan kejadian hari ini kepada Bunda, “Bun, bangunin Hafsah lebih pagi ya? Hari ini Hafsah terlambat lagi sampai di sekolah.”
“Bunda kan sudah bilang kemarin, setelah subuh jangan tidur lagi. Hafsah ngantuk kan semalam tidur larut malam!” sahut Bunda.
“Iya Bun, maaf semalam Hafsah keasikan main playdough,” ucap Hafsah sembari menyiapkan buku pelajaran untuk besok pagi.
Malam ini Hafsah tidur lebih cepat agar besok pagi tidak terlambat sampai di sekolah. Hafsah berjanji menjadi pribadi yang disiplin.
“Alhamdulillah Bu Ira, hari ini Hafsah datang lebih cepat dari teman-teman.”
Hafsah tampak sumringah dan semangat belajar di kelas. ***

