Ditulis Oleh : Nurlaili Saadah
Aku dan Dik Imma dengan cepat mengambil satu kantong plastik berisi makanan yang telah disiapkan Ibu. Hari ini aku bersama Ayah, Ibu, dan Dik Imma berlibur di Pantai Mutiara. Cuaca cerah, matahari bersinar terang saat aku dan ayah duduk di bawah pohon kelapa yang membengkok ke laut. Angin bertiup menyejukkan. Air bergelombang tipis, sangat banyak, namun rata. Pantulan sinar matahari membentuk cahaya putih berkilauan diantara laut yang berwarna biru. Hamparan pasir putih di tepi pantai dan puluhan perahu pencari ikan mulai menepi.
“Ayah, laut itu terlihat cantik. Bagaimana itu bisa terjadi?” pagi ini aku takjub melihat alam ciptaan Allah.
“Nisa! Dengarkan penjelasan ayah.”
“Siap, Yah” jawabku
“Laut pada jam sembilan seperti saat ini terlihat sangat indah karena terpaan angin yang halus sehingga membentuk gelombang kecil diperindah dengan sinar matahari yang condong dari timur. Jika angin itu besar maka gelombannya juga besar. Banyak fungsi angin. Pengin tahu?” ayah berhenti berbicara untuk minum air.
“Perhatikan! Di seberang sana ada kapal layar yang digerakkan oleh angin. Lihat juga itu sebelah Tenggara, ada orang berselancar di luar teluk, itu semua atas bantuan angin. Kalau siang, angin membawa uap air laut ke atas dan menggabungkan dengan partikel dalam awan. Saat jumlah awan begumpal kehitaman di angkasa, angin berhembus meratakan air hujan jatuh ke bumi. Pada tumbuhan, angin juga bermanfaat loo, membantu penyerbukan sehingga terjadi buah. Masyaallah, luar biasa manfaat angin bagi kehidupan.” ***

