Ditulis Oleh : Nuryaningsih
Neneng memasukkan celana dalam yang penuh darah ke dalam ember yang terisi pakaian kotor keluarga.
“Ini punya siapa?” Terdengar suara mamah dari depan kamar mandi sambil memperlihatkan celana dalam yang terkena noda darah.
“Punya Neneng, Mah …” jawab Neneng tanpa rasa bersalah.
Mama menjelaskan, “Pembalut dapat digunakan agar tidak tembus. Celana dalam atau pembalut yang terkena darah, harus dibersihkan dengan air mengalir, dicuci dengan sabun dan dibilas sampai bersih.”
Neneng menyimak.
“Pembalut sebelum dibuang, harus dibungkus dengan koran/kertas lalu di masukkan ke dalam kantong plastik dan dibuang ke tempat sampah. Ketika pembalut sudah penuh atau maksimal 4 jam sekali segera diganti.
Membersihkan kelamin dibasuh satu arah dari depan ke belakang dengan air mengalir lalu dikeringkan dengan tisu/kain kering yang lembut. Kelamin harus tetap kering walaupun sedang menstruasi karena dapat mencegah berkembangnya kuman penyebab penyakit masuk
ke dalam kelamin,” jawab Mimi dengan lembut.
Neneng mengerti dan ternyata penting menjaga kebersihan saat menstruasi. ***

