Ditulis Oleh : Sawitri D. Astuti
Kring … kringgg.”
“Hah … nomer Bu Guru. Ada apa ya? Tidak biasanya Bu Guru meneleponku,” kata Bunda panik.
“Ba ba baik Bu Guru, saya akan segera jemput,” jawab Bunda gugup.
Baru saja Bunda mendapat kabar bahwa Ica sakit dan minta pulang. Sepanjang perjalanan pulang, Ica menggigil, tubuhnya kedinginan. Bunda spontan memegang dahi Ica.
“Panas sekali,” ucap Bunda lirih.
Mobil Bunda melaju kencang menuju klinik dokter keluarga.
“Kenapa rasanya dingin sekali Bu Dokter? Padahal tubuhku panas?” tanya Ica.
“Ica sedang demam, Nak,” jawab Bu Dokter.
“Demam? Mengapa aku bisa demam?” tanya Ica.
“Tubuh Ica sedang membuat pertahanan alami karena ada kuman yang masuk ke dalam tubuh dan suhu tubuh Ica menjadi lebih tinggi dari biasanya. Oleh karena itu Ica jadi demam. Saat suhu tubuh tinggi, kuman yang masuk tadi sulit berkembang biak. Nahh saat itulah sistem kekebalan tubuh Ica berhasil membunuhnya.” jawab Bu Dokter. Ica mengangguk paham.
“Saya tuliskan resep untuk Ica. Diminum jika demam sesuai dosis,” kata Bu Dokter.
“Supaya Ica lekas sehat, makan makanan yang bergizi, hindari minum es, minum air putih hangat saja, dan istirahat yang cukup,” saran Bu Dokter.
“Baik, terima kasih Bu Dokter,” ucap Bunda dan Ica. ***

