Ditulis Oleh : Ridha Muslimah Sacha
Hari ini, seluruh murid dikumpulkan di aula. Rupanya, akan ada simulasi atau peragaan situasi gempa. Beberapa hari yang lalu, terjadi gempa. Diperkirakan pula, ada gempa susulan. Dampaknya juga akan terasa di daerah tempat Sabil tinggal. Jadi, sekolah Sabil melakukan antisipasi kalau terjadi gempa atau bumi bergoyang.
“Anak-anak, saat terjadi gempa, kita akan melakukan evakuasi atau pindah ke tempat aman. Caranya seperti ini.” Pak Akram mengawali pembicaraan.
“Pertama, kita tetap tenang. Jangan panik. Jangan langsung keluar saat masih terjadi guncangan. Kedua, kita cari tempat yang aman untuk melindungi kepala dan tubuh dari reruntuhan. Contohnya di bawah meja. Pegang kaki meja kuat-kuat dengan kepala menunduk. Berjalan sambil berjongkok dengan tangan di atas kepala.”
“Kalau enggak ada meja, bagaimana, Pak?” tanya Rahma.
“Kita bisa melindungi kepala dengan tas atau tangan. Menjauhlah dari jendela kaca, lemari, dan lampu. Kalau guncangan sudah mereda, barulah kita keluar dari gedung. Keluar dengan tertib menuju tangga darurat. Jangan gunakan lift.”
“Kalau sudah berada di luar, langsung menuju ke titik kumpul aman terbuka. Hindari bangunan dan tiang listrik.”
Setelah itu, Sabil dan kawan-kawan belajar evakuasi sesuai arahan Pak Akram. ***

