Ditulis Oleh : Meri Riza
Di sebuah desa yang banyak bunga dan pepohonan hiduplah seorang anak bernama Ziyad. Ia suka bermain dan berlari. Suatu sore, Ziyad mengejar kupu-kupu hingga tanpa sengaja menabrak pot bunga milik tetangganya. Pot itu pecah berantakan. Jantung Ziyad berdebar. Tak ada yang melihatnya. Cepat-cepat ia menyembunyikan pecahan pot di balik semak.
“Aku takut dimarahi,” bisiknya dalam hati. Malam itu, Ziyad gelisah dan tidak bisa tidur. Keesokan paginya, Pak Harun melihat Ziyad murung.
“Ziyad, ada apa?” tanyanya lembut.
Ziyad menunduk.
“Maafkan aku, Pak. Aku yang memecahkan pot itu. Aku takut,” ucapnya lirih sambil meneteskan air mata. Pak Harun tersenyum dan memeluknya.
“Terima kasih sudah jujur, Nak. Kejujuranmu sangat berharga.”ucap Pak
Harun. Hati Ziyad lega. Ia membantu membersihkan pecahan pot. Kini ia mengerti, jujur membuat hati menjadi tenang. ***

