Ditulis oleh ; Ernae Lovie
Malam ini dihiasi bintang-bintang bertaburan di langit. Bunda dan Asiya berada di pekarangan rumah sambil melihat langit. Asiya melihat bintang berkelap-kelip dan bersenandung lagu “Twingkle twingkel litle star”.
“Masyaallah, Bunda mengapa bintang berkelap-kelip?”
“Menurut Dr. Syifa Afifah seorang astrofisikawan dari Observatorium Bosscha yang berada di Bandung. Bintang adalah bola gas raksasa yang memancarkan cahaya terus menerus namun cahayanya dapat dibelokkan oleh Atmosfer Bumi. Karena dibelokkan maka cahaya yang diciptakan kelapkelip,” kata Bunda.
“Mengapa atmosfer bumi bisa membelokkan cahaya?”
“Karena terjadi Turbulensi Atmosfer,” jawab Bunda.
“Apa itu Turbulensi Atmosfer, Bunda?”
“Turbulensi Atmosfer adalah turun naiknya aliran udara pada atmosfer. Atmosfer terdiri dari lapisan-lapisan udara yang memiliki suhu, tekanan dan kepadatan yang berbeda. Akibatnya perubahan yang tidak menentu, ini menyebabkan cahaya bintang di belokan dan menciptakan kelap-kelip.”
“Alam ini diciptakan oleh Allah sangat sempurna ya Bunda.”
“Betul sekali Nak. Tetapi kita bisa melihat fenomena kelap-kelip seperti ini saat kamu bermain lempar koin di kolam renang.”
“Oh Iya! Aku ingat. Ketika kita lihat dari atas kolam, Koin itu terkadang bercahaya, terkadang hilang.”
“Itu karena ada gelombang air yang membelokkan cahaya, seperti cara bintang berkelap-kelip.”
“Besok saat aku latihan berenang aku akan bermain lempar koin untuk melihat kelap-kelip bintang di air.” ***

