Ditulis oleh ; Nurhalita Azhar
Aku duduk termenung dengan menggunakan kursi roda, memandang teman-teman yang sedang bermain dengan ceria, penuh bahagia, berkejaran, rasa hati pingin ikut serta bersama mereka. Tapi … aku tak bisa, sambil tertunduk lesu karena 3 tahun yang lalu aku mengalami kecelakaan yang mengakibatkan ke dua kaki harus hilang yang membuat aku tak bisa berjalan dan berlari lari lagi. Dan hanya bisa berjalan dengan bantuan kursi roda sehingga aku bisa melihat lihat teman yang sedang bermain main.
Sahabatku Qonitah yang selalu setia dan sabar menemaniku dalam suka dan duka, dia yang selalu memberiku motivasi tentang kehidupan ini. Syaqila mari kita bermain bersama ajak Qonitah kepadaku, nanti aku yang akan mendorong kursi rodamu ujar Qonitah, biar kita dapat bermain bersama sama di halaman. Tak terasa air mataku mengalir di pipiku, melihat kebaikan yang di berikan sahabatku Qonitah. Syaqila janganlah kau bersedih karena semua ujian yang Alloh berikan kepada
kita, kita harus bersabar dan tak boleh putus asa dalam menghadapinya, bangkitlah, semangatlah menjalani hidup yang telah di berikan Allah kepada kita dan pasti ada hikmah yang terbaik di balik semua kejadian itu.
“Engkau adakah sahabat sejatiku “yang selalu mengerti dengan keadaanku seperti ini.”
Sambil tersenyum Syaqila memandang sahabatnya.
“Iya, sama sama Syaqila,” ujar Qonita kepadaku.
“Hanya orang mulia yang mendapatkannya, sabar adalah salah satu dari sekian banyak perbendaharaan kebaikan. Tidak lah Allah Azza Wajalla berikan sifat tersebut melainkan kepada seorang hamba yang Mulia di sisi-Nya.” ***

