Ditulis Oleh : Mega
Di tepi hutan yang sejuk, Roki si Rubah kecil tinggal bersama keluarganya yang bahagia. Roki sangat ingin bermain di padang bunga yang indah, tapi untuk sampai ke sana ia harus menyeberangi jembatan kayu yang sudah tua dan sangat goyang.
Setiap kali Roki melihat jembatan itu, perutnya terasa mual.
“Aduh, jembatan ini mengerikan sekali,” bisiknya.
Roki memang sering merasa takut, tetapi ia teringat kata-kata ibunya.
“Berani bukan berarti tidak takut, Nak. Tapi berani itu tetap melangkah meskipun ada rasa takut.”
Roki menarik napas dalam-dalam. Dengan jantung yang masih berdebar kencang, ia meletakkan satu kakinya di papan jembatan. Jembatan itu bergoyang … krieet … krieet. Eoki menutup mata sejenak lalu membuka matanya dan fokus pada Langkah berikutnya.
Ia terus berjalan, selangkah demi selangkah, menahan rasa takutnya. Akhirnya, hap! Roki sampai di seberang. Ia melompat gembira. Ia memang merasa takut, tapi ia tetap melangkah. Dan sekarang, ia bisa menikmati padang bunga yang indah. ***

