Ditulis oleh : Insanul Kamil
“Hati-hati, Bang” teriak Ibu.
“Banyak lubang di jalan,” lanjut Ibu ketika Abang langsung tancap gas dengan sepeda merahnya ke arah lapangan sepak bola.
“Oke, Bu,” jawab Abang.
Beberapa detik kemudian, terdengar bunyi “gubrak,” seperti suara sepeda terjatuh.
“Aduh, sakit, Bu,” kata Abang yang meringis menahan sakit karena lututnya tergores batu kerikil di jalan yang banyak lubangnya.
Ibu segera membantu abang menepikan sepeda dan membantu Abang
membersihkan luka yang tergores.
“Abang harus lebih hati-hati,” nasihat Ibu mengingatkan.
“Rambu itu artinya tanda peringatan bagi semua pengguna jalan,” lanjut ibu menunjuk rambu dengan simbol “!” berwarna kuning
“Oh, itu artinya tanda peringatan, Bu?” tanya abang sembari memperhatikan rambu yang ditunjuk Ibu.
“Betul, Nak. Rambu itu sebagai pengingat agar semua pengguna jalan lebih berhatihati” ujar Ibu menjelaskan.
“Kita harus belajar mengenal dan memahami arti dari setiap rambu-rambu lalulintas untuk menjaga keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.”
Setelah lukanya diobati dan sudah tertutup plester, Abang minta izin untuk melanjutkan tujuannya bermain dilapangan. Tentunya lebih berhati-hati dan mematuhi rambu peringatan.
“Aku harus belajar mengenal rambu-rambu peringatan,” gumamnya dalam hati. ***


Masya Allah, Himbauan agar aman yang dikemas dalam bahasa percakapan sehingga dapat mudah di pahami pembacanya. Sukses untuk BPK Inul. Ditunggu karya selanjutnya ….